Slider

Latest Post

Sunday, September 28, 2014

Kris Hadiawan : Se tenait ร  renforcer qui vous รชtes

Se tenait ร  renforcer qui vous รชtes.




Bonjour, 

Mon nom est Kris Hadiawan, j'รฉtais un internaute qui venait de Jakarta, en Indonรฉsie. 

J'ai un passe-temps d'explorer des idรฉes, de la science, la culture et le tourisme. 

J'aime aussi le culinaire 

Et j'aime aussi รฉcouter de la musique. 

Bienvenue ร  revenir 

Tuesday, September 2, 2014

Kris Hadiawan : a peek into our IT office



One of the great benefits of working at an IT company , whose technology is used around the world, is visiting offices in other countries. 

It was a delight to see the bright, airy office. Our smart and welcoming colleagues in office work in open pod configurations with low cubicle walls—highly conducive to collaboration

Wednesday, August 27, 2014

Kris Hadiawan : My Vision & My dreams





Opportunity and timing is a valuable way that I used to live in the path of achieving goal setting. And the dream may be a bridge that leads us to realize that opportunity.

The motion dynamics of rapid global technology today is a universal phenomenon. The development of technology has changed the behavior indefinitely and lifestyle the world a very practical and easy. Technology is also able to provide the easiest solution to communicate and run a policy of. Information technology also tend to be up to date has been highly competitive world market affects the economy.
Information technology is growing rapidly and bringing everyone in a vortex of competition. Potential human resources is urgently needed to occupy all the opportunities offered by the world of business.

The challenge and opportunity is what has prompted me to take part in determining future options towards becoming one of the beings who are able to answer the question of the dominance of technology and creative, communicative and ready to compete globally.



Monday, August 25, 2014

Kris Hadiawan : Hangout minggu akhir Agustus 2014 (bag.1)

bukan bermaksud bengong atau so termenung, tapi memang lagi pose sambil lihat poster gede kuncit icon, hehehe.



#krishadiawan
#kris #hadiawan

Sunday, June 3, 2012

Kris Hadiawan dengan Busana Melayu Pekanbaru Riau

Kris Hadiawan dengan busana Teluk Belanga Melayu Pekanbaru . Jadi bujang Pekanbaru nih ceritanya :D hehe




Monday, January 24, 2011

Fenomena Crop Circle

Satu lagi fenomena aneh di dunia yang semakin menambah setumpukan penomena-penomena yang sulit untuk dipecahkan oleh akal sehat manusia bahkan ilmuwan sekalipun..yaitu Crop circle.
Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai.Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertamakali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.
Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar/luas ), bahkan ada juga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,bunga matahari,Lebah,dll.diladang pertanian khususunya gandum. Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang, banyak ditemukan fenomena crop circle. Fenomena ini biasanya muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman.. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisa juga berbentuk rangkaian gambar yang unik, yang menunjukkan bahwa pembuatnya adalam makhluk yang cerdas. Tapi, crop circle ini bukan dibuat oleh manusia berdasarkan berbagai bukti yang telah diselidiki oleh para ilmuwan. Lantas mahkluk apa seperti yang kurang kerjaan membuat semua ini???Crop circle banyak dijumpai di Inggris selatan.



Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geomtri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver�s castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan �Mowing Devil� menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian.



Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan,dimana mereka bermunculan silih berganti.Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti,bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu.dalam kurun semalam saja,sekitar 6-7 crop circle dengan ukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka.Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri,ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya.Sampai saat ini,banyak spekulasi dan pandangan mengenai peroses terbentuknya Crop Circle.Ada yang beranggapan fenomena tersebut memang dibuat oleh manusia,tapi ada pula yang beranggapan murni dari proses gejala alam. Avebury Trusloe, nr Beckhampton, Wiltshire. Reported 30th June 2006 spekulasi-spekulasi dan asumsi orang tentang crop circle Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut, saat ini terdapat 5 versi utama. Berikut penjelasannya�



1.Perbuatan manusia �
Sebenernya sulit untuk percaya kalo ini perbuatan manusia. Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum. Masalahnya, apakah mungkin dia dapat membuat lingkaran tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? lalu tujuan membuatnya untuk apa?

2.Medan magnet
Sebagian lingkaran aneh tersebut telah dikesampingkan kemungkinannya terjadi karena ulah manusia. Sebab struktur gambar mereka (lingkaran aneh) yang rumit, ukurannya yang besar, desain yang indah, sama sekali bukan hasil buatan manusia yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Meskipun Anderro bersikeras mengatakan bahwa 80% lingkaran ladang gandum itu adalah buatan manusia, namun, dia juga yakin, bahwa 20% sisanya adalah pembentukan alami karena efek medan magnet bumi. Dalam medan magnet terdapat suatu daya gerak yang gaib, dapat menghasilkan suatu arus listrik, sehingga tanaman �berbaring datar� di atas permukaan tanah. Ahli terkait asal AS yakni Jeffery Walson telah meneliti 130 lebih lingkaran ladang gandum, dan didapati bahwa 90 % disekitar lingkaran aneh tersebut terdapat transformator yang berhubungan dengan kabel tegangan tinggi. Di bawah panjang garis keliling sepanjang 270 meter tersebut terdapat sebuah kolam, oleh karena di-airi, maka ion yang dikeluarkan tanah dari bagian dasar ladang gandum dapat menghasilkan elektrik negatif, sedangkan transformator yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi menghasilkan elekrik positif. Setelah elektrik negatif dan positif bersentuhan dapat menghasilkan energi magnet listrik, selanjutnya merobohkan gandum lalu membentuk lingkaran aneh. Namun demikian mereka belum bisa memberikan seluruh jawaban dari pertanyaan bagaimana bentuk-bentuk aneh itu dapat terbentuk? Apakah mungkin energi dapat berbentuk bunga atau kelajengking?

3.Angin Tornado

Menurut fisikawan dari Universitas Michigan, AS yakni Dr.Delon Smith, bahwa perubahan musim panas tidak menentu, angin tornado adalah sebab utama yang menyebabkan lingkaran aneh itu. Melalui risetnya dia mendapati, bahwa sejumlah besar lingkaran aneh di ladang gandum yang muncul di sisi gunung atau daerah yang berjarak 60-70 km dari gunung, dimana tempat seperti ini adalah tempat yang mudah sekali membentuk angin tornado. Tapi apakah angin tornado dapat membuat lingkaran dengan ketelitian tertentu tersebut?

4. Buatan makhluk luar angkasa Atau yang paling dikenal Aliens..
Banyak yang meyakini, bahwa sebagian besar lingkaran aneh di ladang gandum terbentuk dalam waktu satu malam, besar kemungkinan adalah hasil karya makhluk luar angkasa. Sejak 1990, fotografer Alexander mengatakan, dia melihat cahaya yang ganjil di ladang gandum, cahaya itu terbang kesana-kemari di antara kedua lingkaran aneh. Keberadaan alien di perut bebek liar di San Franscisco AS barangkali memperkuat dugaan ini.

5.Heterodoxy (pandangan sumbang)
Sejumlah orang percaya, bahwa di balik lingkaran ladang gandum terdapat berbagai macam kekuatan gaib, kaya segitiga bermuda gitu. Menurut dugaan ini, ada yang lantas menyebut lingkaran aneh itu sebagai �pemberitahuan bencana�, agar supaya menyebarkan pandangan sumbang yang meyimpang dari ajaran ortodoks. Mengapa lingakaran aneh tersebut kerap muncul disitu? Dan kini, lingkaran itu pernah muncul di ladang bunga matahari, Rusia, lantas kenapa bisa demikian? Mungkin kita hanya dapat menunggu ilmuwan untuk menyingkapnya lebih lanjut.

Thursday, December 9, 2010

VAUBAN VILLAGE, Perkampungan Dengan Tenaga Surya di Jerman



Distrik Vauban di kota Freiburg, Jerman sangat dicocok disebut sebagai Perkampungan Tenaga Surya. Karena semua rumah hingga perkantoran dalam kawasan ini, semuanya menggunakan tenaga matahari sebagai sumber listrik mereka.
Dimana layout proyek ini dirancang berdasarkan arah orientasi matahari pada daerah tersebut. Disaat musim panas tiba, sinar matahariyang sangat terik tidak sampai masuk kedalam rumah, namun ketika musim dingin tiba, sinar matahari dapat masuk kedalam rumah dan berfungsi sebagai penghangat pasif.


Sejarah Didirikannya Hunian Tenaga Surya di Distrik Vauban


Sejak 1970-an, kota Freiburg telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjadi sebuah kota yang ramah lingkungan dengan etika konservasi, perencanaan bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan pengembangan energi alternatif – terutamatenaga surya.

Pada tahun 1992, dewan kota mengamanatkan bahwa semua bangunan kota baru harus "rendah energi" bangunan menggunakan kedua komponen surya pasif dan aktif. etika hijau di Freiburg memuncak, karena walikotanya adalah anggota Bundnis 90/Die Grunen (partai hijau Jerman)

The Solarsiedlung (desa surya) yang terletak di Distrik Vauban, Freiburg dirancang oleh Arsitek Rolf Disch. Setiap rumah dianggap sebagai pembangkit listrik mini dengan panel surya. Listrik yang diproduksi oleh semua rumah hingga perkantoran dalam proyek ini membuat Distrik Vauban sebagai proyek pemukiman tenaga surya paling modern di Eropa.


Desain dan Cara Kerja Hunian Tenaga Surya di Vauban dalam Menghasilkan Listrik

  







Cara Kerja Panel surya

Prinsip kerja panel surya dikenal dengan prinsip photoelectric. Prinsip ini dapat dijelaskan, sbb: foton - partikel kecil yang mengandung energi - terdapat di dalam cahaya matahari. Foton akan melepaskan elektron-elektron yang menimbulkan aliran listrik jika foton ini mengenai permukaan sel fotovoltaik atau sel surya. Sel surya ini terbuat dari material semikonduktor - suatu bahan yang bersifat menghantar listrik pada suhu tinggi - yang mengandung silikon.

Selanjutnya, sekelompok sel surya disusun dalam bentuk panel-panel berukuran tertentu yang dilapisi plastik atau kaca bening yang kedap air. Rangkaian panel dirancang sedemikian rupa agar dapat mengubah energi surya menjadi listrik secara efisien, yang dikenal sebagai panel surya. Rancangan panel surya dirangkai secara seri atau paralel, untuk memperoleh output tegangan dan arus listrik yang diinginkan yaitu arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC).

Pada akhirnya, listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung digunakan atau disimpan lebih dahulu di dalam baterai.


Berikut ini adalah lima elemen dasar yang harus saling berkaitan satu dengan lainnya dalam rancangan rumah tenaga surya.

1.Pengumpul
kaca jendela yang besar yang berhubungan langsung dengan matahari harus menghadap 30 derajat ke utara dan tidak boleh terhalang oleh bangunan lain atau batang kayu mulai jam 9 pagi sampai 3 sore.

2.Penyerap
dinding, lantai dan partisi merupakan benda - benda yang mampu menyerap panas dan menyimpannya.

3.Thermal mass
Thermal Mass adalah material yang bisa menimpan panas dari energi matahari dan terletak dibalik permukaan benda - benda yang bisa menyerap panas seperti lantai

4.Pendistribusian
panas yang telah dikumpulkan dan disimpan kemudian didistribusikan atau di sirkulasikan dari satu ruangan ke ruangan lain. Metode untuk mendistribusikan ini bisa secara konduksi, konveksi dan radiasi.

5.Pengaturan.
Alat - alat kontrol perlu digunakan untuk memanfaatkan energi yang telah dikumpulkan seperti termostat untuk mengetahui keadaan temperatur sehingga bisa menghidupkan dan mematikan perangkat listrik











Thursday, October 28, 2010

Kerajaan Riau, Bagian dari Sejarah Indonesia atau Malaysia?

Backflash
Pengakuan bahwa bahasa Melayu yang menjadi teras bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Riau, secara implisit berarti juga pengakuan tentang adanya satu pusat kekuasaan yang telah memberi ruang dan kesempatan bahasa dan sastra Melayu itu tumbuh dan berkembang sehingga menjadi aspek budaya yang tinggi nilainya. Itu berarti tak lain kesultanan Melayu Riau lah yang menjadi pusat kekuasaan dan pendorong pertumbuhan budaya tersebut.


Bagi masyarakat Melayu, di Riau terutama pengakuan itu tampaknya sangat penting dan melibatkan emosi. Sebab bagaimanapun selama ini, sekalipun bahasa Melayu diakui telah memberikan sumbangan yang tidak ternilai harganya terhadap pengembangan kebudayaan nasional, namun induk yang membesarkannya hampir tak mendapat tempat yang wajar. Contohnya tak begitu sulit untuk dicari, dan orang cukup melihat buku sejarah nasional Indonesia (Nugroho Notosusanto, Dkk, 1975) yang dianggap sebagai buku babon (standar) bagi penulis sejarah Indonesia. Disitu peranan dan kedudukan Kerajaan Melayu Riau nyaris tak pernah disentuh dan disebut-sebut, bahkan tenggelam dalam kebesaran kekuasaan lain, seperti Aceh.

Lolosnya kerajaan Melayu Riau dari catatan sejarah Nasional itu, kemudian tentu saja menurun ke buku-buku pelajaran sekolah-sekolah yang bersumber dari buku babon tersebut. Di SMPT, atau SMAT misalnya, buku pelajaran sejarah Nasional tak sempat menyebut-nyebut Kerajaan Melayu itu. Apalagi buku pelajaran IPS di sekolah dasar, kecuali yang dipakai di Riau. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Apakah sejarah kebudayaan Melayu Riau yang jatuh bangun selama 189 tahun (1722-1911) bukan merupakan bagian sejarah nasional Indonesia, tetapi menjadi bagian sejarah Johor (Malaysia)? Itulah antara lain pertanyaan-pertanyaan menarik yang sudah bergaung jauh sebelum Seminar Nasional Kebudayaa Melayu itu berlangsung.

Sayang selama seminar empat hari itu, pernyataan-pernyataan tersebut hampir tak terjawab. Dan ini pun bisa dimaklumi, terutama karena seminar itu bukanlah seminar tentang sejarah, tetapi tentang budaya yang merangkut berbagai hal secara umum. Sehingga, sekalipun dalam kelompok seminar ada kelompok aspek sejarah, tetapi permasalahan yang dibicarakan sangat beragam dan tidak merupakan suatu pembicaraan khusus tentang sejarah politik dan kekuasaan kerajaan-kerajaan yang pernah ada dan memainkan peranannya di kawasan ini. Apalagi cakupan Melayu dalam pengertian seminar tersebut, bukanlah semata-mata terpacu pada Riau, tetapi sedaya upaya ingin merangkum semua kawasan di Indonesia yang merupakan pendukung dari kebudayaan ini.

Pusat Bajak Laut
Dari sebelas makalah tentang aspek sejarah yang diperbincangkan, hanya empat makalah yang secara langsung menyinggung tentang sejarah politik dan kekuasaan kerajaan Melayu di semenanjung, terutama berkaitan dengan Kerajaan Melayu Riau. Salah satu yang cukup mengelitik adalah makalah Dr Onghokham, (UI-Jakarta) yang berjudul “Pemikiran Tentang Sejarah Riau”, sebuah makalah yang tebalnya hanya sembilan halaman.

Dr Onghokham, seperti kebanyakan sejarahwan dari luar Riau, memang masih belum bersedia untuk penegaskan mana yang dimaksud dengan kerajaan Riau itu. Akibatnya selain acuan ruangan dan waktu menjadi sering tidak jelas, juga pengistilahan yang persis tentang kesultanan. Riau itu pun sering berganti-ganti. Kadang-kadang dipakai istilah Kesultanan Riau, kadang-kadang kerajaan Bintan. Kekaburan itu, sama juga dengan penegasan ahli sejarah itu tentang jejak paling jelas dari kesultanan Riau yang dikatakan abad ke-15, berarti hampir bersamaan dengan masa keemasan kerajaan Melayu Malaka (1400-1528). Sedangkan, dalam berbagai penulisan sejarah, terutama oleh sejarahwan Riau dan Malaysia, pengertian Riau itu sendiri baru ada sekitar tahun 1978, ketika Sultan Ibrahim (1677-1685) dari Johor, memindahkan sementara ibukota kerajaannya dari Batu Sawar (Johor) kehulu Riau. Pusat pemerintahan itu kembali ke Johor tahun 1690 pada masa pemerintahan Sultan Mahmudsyah. Bagi kalangan sejarahwan di Riau sekarang ini, Kesultanan Riau baru terwujud tahun 1722, ketika orang-orang Bugis melantik Tengku Sulaiman sebagai Sultan. Bahkan masih ada pendapat lain yang justru mencatat bahwa Kesultanan Riau (yang lebih sering dipakai, Riau-Lingga) baru punya eksitensi politik dan kekuasaan pada saat lahirnya Trakat London (1824), saat wilayah eks Kesultanan Johor dibagi dua. Riau masuk bagian Sultan Riau Lingga dan dibawah pengawasan Belanda dan Singapura dan Johor, menjadi bagian Semenanjung Melaysia di bawah kekuasan Inggris.

Dr Onghokham juga melihat dalam sejarah perkembangannya Kesultanan Riau itu, atau lebih tepat Riau dahulunya itu, dalam percaturan Politik internasional tidak pernah merupakan pusat kekuasaan terpenting atau terbesar. Wilayah itu hanya menjadi pemukiman orang laut dan tempat pelarian raja-raja yang syah, atau dinasti atau wangsa sah sekitarnya digulingkan. Peranan Kesultanan Riau pada tahun-tahun setelah 1511, yaitu sebagai tempat strategis untuk melakukan gerilya laut, seperti untuk menyerang Protugis di Malaka. Sumber-sumber Protugis, menurut Dr Ong, menyebut gerilnya laut yang berpangkat di pulau Bintan itu sebagai bajak laut. Meskipun untuk pengertian ini, Onghokham perlu mengaris bawahi bahwa pada zaman itu, antara perang, politik, perdagangan dan pembajak laut tak banyak bedanya. Aksi Protugis menyerang Malaka 1511 itupun tak lain sama dengan bajak laut. Demikian juga blokade Belanda terhadap Makasar atau Banten abad ke-17.


Tetapi, bagaimanapun, Dr Onghokham membenarkan bahwa dalam soal budaya, Kepulauan Riau tidak kalah dengan sekitarnya. “Dinasti raja-raja Riau mungkin kalah dalam kekuasaan politik dan kalah dalam kekayaan dengan raja-raja sekitarnya. Namun dalam hal budaya mereka tetap unggul”. Begitu kesimpulan Dr Onghokham. Tidak disebutkan faktor apa yang mendorong lahirnya budaya yang unggul itu.

Tampaknya dalam masalah tersebut Dr Onghokham hanya mencoba mengambarkan selintas perkembangan sejarah, di satu kawasan bernama Riau, sebagai salah satu kawasan kerajaan maritim yang dalam pertumbuhannya tenggelam dalam bayang-bayang kebesaran Kesultanan Malaka.

Saham Raja Kecil
Sejarahwan lain yang berbicara dengan acuan yang lebih jelas tentang pengertian Kesultanan Riau itu, adalah Drs Suwardi Ms (UNRI Pekanbaru) dengan makalahnya “Kesultanan Melayu di Riau: Kesatuan dalam Keragaman). Pokok bahasan bukanlah tentang apa dan bagaimana Kesultanan Melayu di Riau itu, melainkan tentang kesatuan dan keragaman pemerintahan dan peranannya dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya Melayu. Namun, dalam pembicaraan itu pengertian tentang wilayah kesatuaan kekuasaan itu lebih punya batasan dan ruangan serta waktunya.

Suwardi Ms, sejarahwan Riau yang memang sudah cukup banyak mengeluti masalah sejarah yang terjadi dikawasan Riau sekarang ini, memulai pengertian kerajaan-kerajaan Melayu dan berkembang di Riau dari tokoh kontaraversial, Raja Kecil, (Raja Kecik) yang dalam satu perebutan kekuasaan di Kesultanan Johor 1717, berhasil merampas kekuasaan dari tangan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah. Raja Kecil, yang dikatakan anak Sultan Johor Mahmudsyah yang mati terbunuh tahun 1699, dan dibesarkan di Minangkabau itu, setelah berhasil merampas tahta kerajaan, kemudian memindahkan kekuasaan itu ke Riau, 1719. Walaupun masa kekuasaan Raja kecil ini di Riau hanya berlangsung empat tahun, namun Suwardi Ms mengganggap Raja kecil sebagi tokoh yang punya andil (saham) besar dalam upaya mewujudkan kembali kesatuan Melayu di Selat Malaka yang dahulu terpecah belah oleh kekuasaan Protugis dan Belanda. Raja kecil yang terusir dari Riau itu, kemudian memilih pusat kekuasaannya yang baru, yaitu Siak,dan kemudian secara bertahap membangun Kesultaanan baru yaitu Kesultanan Siak (1723-1945).

Berdirinya kesultanan Siak, dengan sendirinya mengucapkan pengertian bahwa dikawasan Riau (dalam pengertian geo administrasi sekarang ini) ketika itu, ada dua pusat kekuasaan. Yaitu Riau yang berpusat di Ulu Riau dengan Sultannya Sulaiman Badrul Alamsyah, dan kedua kesultanan Siak dengan penguasanyan Raja kecil. Sekalipun dalam berbagai penulisan, selalu harus ditunjukkan bahwa hulu kedua Kesultanan ini adalah satu, yaitu Kesultanan Johor yang merupakan penerus Malaka. Oleh karenanya banyak juga yang berpendapat bahwa Imperium Melayu di kawasan Semenanjung dan tenggara Asia itu jatuh bangun selama lebih dari lima abad. Dimulai dengan kesultanan Malaka (1400-1528), dilanjutkan Johor (1528-1722), dan ditutup oleh Riau dan Siak yang berakhir tahun 1945. Bahkan mungkin lebih jika dikaitkan dengan munculnya Kesultanan Pahang yang dahulu menurunkan bagian dari wilayah Riau, dan Johor yang kemudian bangkit kembali sesudah Trakat London, 1824.

Namun demikian, dalam kaitan yang lebih khusus, apa yang disebut sebagai Kesultanan Riau itu, adalah eks Kesultanan Johor. Kalau sebelum terjadi perebutan kekuasaan antara keturunan Sultan Malaka dan keturunan Bendahara Tun Habib, Kesultanan Johor itu disebut sebagai Johor, Pahang dan Riau, sesudah perbelahan itu sebutannya menjadi Riau, Johor dan Pahang. Itu bermula dari tahun 1722 saat Sultan Sulaiman dilantik dan menjadikan Riau (dalam hal ini Riau dalam pengertian ibukota dan bukan wilayah) sebagai pusat kekuasaannya. Sementara Johor dan Pahang, keduanya dijadikan daerah pegangan yang masing-masing dikuasai oleh dua Petinggi kerajaan. Johor dibawah seorang Temenggung, dan Pahang dibawah Bendahara. Tahun 1824, wilayah kekuasaan Riau ini tinggal lagi gugusan pulau Bintan, Lingga, Batam, dan Pulau Tujuh (Natuna). Sedangkan Johor dan Pahang serta Singapura masuk wilayah semenanjung dan berdiri sendiri.

Dipandang dari segi kekuasaan dan kedaulatan sebagai sebuah kerajaan yang merdeka dan berdulat, sebenarnya Kesultanan Riau itu hanya berlangsung tak lebih dari 62 tahun (1722-1784). Sebab, dengan berakhirnya perang Riau (1782-1784) dimana Riau dikalahkan oleh Belanda, maka sejak saat itu Riau sudah sepenuhnya berada dibawah kekuasaan VOC. Dalam perjanjian di atas kapal perang VOC “Utrech”, antara lain disebut bahwa Riau mengakui Belanda sebagai penguasa tertinggi, dan pengantian para Sultan dan Wakil Sultan Harus dengan seizin VOC. Riau ketika itu meskipun punya sultan dan perangkat pemerintahan, toh tak lebih dari sebuah koloni yang dalam pengertian kesombongan VOC disebut sebagai daerah “Anugerah sang ratu dan sebagai pinjaman”. Ketika terjadi peralihan kekuasaan antara Belanda dan Inggris akibat perang Eropa 1795, Riau sempat sekejap menjadi negeri merdeka. Ketika Inggris mengambil alih semua kekuasaan Belanda seperti Malaka, dan negeri-negeri lain di Semenanjung Malaysia, Riau, oleh Inggris dinyatakan bebas dan berarti sendiri. Tetapi akibat berbagi kelemahan pemerintahan ketika itu, Riau kembali jatuh ke dalam kencaman Belanda, 1815, ketika seluruh jajahan Belanda yang diambil alih Inggris dikembalikan.

Tenggelam
Jejak-jejak sejarah yang gelap dan saling berbaur itulah yang kemudian membuat Kesultanan Riau yang secara jelas adanya selama 189 tahun itu, seperti terlepas dari catatan sejarah. Ia seakan tenggelam dalam raupan tentang kebesaran sejarah Johor yang dianggap berlangsung dari 1528 sampai dengan tahun 1824, dan tenggelam dalam pengertian sebuah koloni jajahan Belanda (1824-1913), sebelum akhirnya dihapuskan sama sekali dari daftar administrasi pemerintah kolonial Belanda di Indonesia sebagai daerah kerajaan. Ia hanya menjadi sebuah karesidenan yang kemudian menjadi teras daerah kekuasaan propinsi Riau.

Jejak-jejak sejarah yang tenggelam dalam belukar dan kemudian terus terlupakan itu, bukan cuma diterima oleh Kesultanan Riau, juga Kesultanan Siak. Dalam buku-buku sejarah nasional yang dipelajari di sekolah-sekolah tampaknyaber lawan Sultan Siak terhadap VOC di Guntung dan berhasil membantai habis satu datasemen tentara VOC, tak cukup kuat untuk dicatat. Juga dengan perang Riau 1782-1784 yang menewaskan ribuan- tentara VOC dan menenggelamkan sebuah kapal perang komando VOC “Malaka Walvaren” bersama 300 pasukannya. Padahal dalam berbagai penulisan sejarah asing, seperti buku “Jan Kompeni” (C.R. Boxer, SH-1983) perang tersebut ikut dicatat.

Anti Bugis
Usaha untuk merambas belukar sejarah kerajaan-kerajaan Melayu di Riau itu, bukan tak ada. Di Riau sendiri tahun 1975 sudah ada satu seminar sejarah Riau, yang kemudian tahun 1977 diikuti dengan terbitnya buku “Sejarah Riau” (Mukhtar Luthfi, dkk 1977). Tetapi buku sejarah itu ditangguhkan pengedarannya karena ada bagian isinya yang masih jadi sengketa. Sejak awal buku itu sudak dikencam sebagai kurang obyektif dan banyak mengelapkan fakta sejarah. Dalam pembicaraan tentang Kesultanan Riau misalnya, buku itu dikencam sebagai terlalu “Siak Sentris” dan terlalu “Anti Bugis”.

Peranan yang jernih dari bangsawan dan pengusaha Melayu keturunan Bulgis, disulap demikian rupa dan tenggelam oleh berbagi figur keturunan Melayu asli yang sebenarnya tidak begitu amat menonjol. Upaya untuk mengangkat figur Raja Kecik sebagi tokoh utama pemersatu kekuatan dan kekuasaan orang Melayu setelah Malaka runtuh dan Johor tumbang, membuat penulis sejarah tersebut jadi berat sebelah.

Kepincangan dalam penulisan itu, tampaknya ada kaitan dengan upaya melawan berbagai penulisan sejarah yang sudah ada, terutama hasil kerja para penulis dari Kesultanan Riau sendiri, seperti Raja Ali Hajji dengan Tuhfat Annavis, juga terhadap silsilah Melayu Bugis, yang dianggap terlalu “Bugis sentris” pula dan mengenyampingkan sama sekali hasil kecermelangan beberapa tokoh keturunan Melayu, serta serta menyudutkan figur Raja Kecik sebagai “Si Pembuat Onar”

Sayang pertemuan ilmiah yang sudah memilih aspek sejarah sebagai salah satu masalah yang jadi bahasan, tidak sempat menampilkan penulisan tentang sejarah kesultanan-kesultanan Melayu di Riau dan jernih, sehingga belukar sejarah yang sudah semak samun itu menjadi agak lebih terang. Ada beberapa makalah lain, seperti sejarah Kesultanan Melayu di Sumatera Timur (Tengku Lukman Sinar SH, Medan), tetapi amat sedikit menyentuh tentang Kesultanan Riau yang dianggap sebagai sumber pembentukan bahasa Melayu tinggi itu. (bersambung)

Judul asli: Kerajaan Melayu Riau, Bagian dari Sejarah Indonesia Atau Malaysia?
Tulisan Jurnalistik Rida K Liamsi: Dari Seminar Kebudayaan Melayu

Tuesday, September 7, 2010

Thursday, September 2, 2010

Sifat-Sifat Penghancur Pada Diri Sendiri

1. Bashful
Sering menghindari perhatian karena malu

2. Unforgiving
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam

3. Resentful
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya

4. Fussy
Bersikeras minta perhatian besar pada perincian/hal yang sepele

5. Insecure
Sering merasa sedih/cemas/takut/kurang kepercayaan

6. Unpopular
Suka menuntut orang lain untuk sempurna sesuai keinginannya

7. Hard to please
Suka menetapkan standar yang terlalu tinggi yang sulit dipenuhi oleh orang lain

8. Pessimistic
Sering melihat sisi buruk lebih dulu pada situasi apapun

9. Alienated
Sering merasa terasing/tidak aman, takut jangan-jangan tidak disenangi orang lain

10. Negative attitude
Jarang berpikir positif, sering cuma melihat sisi buruk/gelap setiap situasi

11. Withdrawn
Sering lama-lama menyendiri/menarik diri/mengasingkan diri

12. Too sensitive
Terlalu introspektif/ingin dipahami, mudah tersinggung kalau disalahpahami

13. Depressed
Hampir sepanjang waktu merasa tertekan

14. Introvert
Pemikiran & perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri

15. Moody
Semangatnya sering merosot drastis, apalagi kalo merasa tidak dihargai

16. Skeptical
Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata

17. Loner
Memerlukan banyak waktu pribadi, cenderung menghindari orang lain

18. Suspicious
Suka curiga/tidak percaya kata-kata orang lain

19. Revengeful
Sadar/tidak sadar sering menahan perasaan, menyimpan dendam, ingin membalas

20. Critical
Suka mengevaluasi/menilai/berpikir/mengkritik secara negatif

Monday, August 23, 2010

Pesona Wisata Kabupaten Rokan Hulu - Riau

Kuliah,.. kampus... eskul...
olahraga,.. kost.. hang out...
kuliah.. diskusi.. ngeblog

rutinitas aktivitas bila saya berada di Jakarta..

Liburan kali ini rasanya kurang lengkap bagi saya bila tak mengenal dan menjelajah di negeri sendiri.

kali ini saya akan ajak sobat untuk melihat-lihat pesona beberapa objek wisata alam andalan di kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau .

sebenarnya saya udah lama dan penasaran sekali dengan tempat-tempat menakjubkan seperti ini.,
hmm kapan yaah bisa kemari.... :)



AIR TERJUN AEK MARTUA


Air terjun Aek Martua atau dikenal dikalangan anak muda dengan AM, terletak di Kecamatan Bangun Purba, 12 Km dari Pasir Pengaraian, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki (petualangan) 1.5 jam, objek dan daya tarik alam ini sudah dikenal sejak tahun 1970-an. Ada tiga air terjun yang indah dan spektakuler dengan jarak beberapa puluh meter kita dapatkan air terjun yang bervariasi mulai dengan ketinggian 15 meter sampai yang tertinggi 35 meter, sambil menyaksikan jenis tanaman tropis yang langka.



Tempat ini sekarang begitu mudah dikunjungi bahkan dengan menyewa ojek dalam waktu tempuh 1 jam kita sudah sampai di objek dan daya tarik air terjun ini. Air terjun pertama memiliki hamparan batu yang cukup luas untuk bermain air, sedangkan air terjun kedua memiliki kolam 250 m2 untuk mandi, yang lebih spektakuler adalah air terjun ketiga, tentunya bagi mereka yang memiliki keahlian panjat tebing untuk menuju tempat tersebut.


AIR PANAS SUAMAN (AIR PANAS PAWAN)




Sumber air panas Suaman Terletak di Kawasan Wisata Gunung Bonsu ( kec. Rambah ) sekitar 9 km dari Pasir Pengaraian, terdapat dua sumber air panas gejala pos vulkanis dengan suhu 56 sampai 60 derajat Celcius. Sumber air panas ini terletak di kaki Gunung Bonsu dan mengeluarkan materi vulkanis seperti belerang dan materi lainnya. Air panas ini sangat digemari pengunjung, karena selain air panas, Sungai Suaman yang mengalir di bawah pancaran air panas sangat dingin dan jernih sebagai air pembanding.

Di objek ini terdapat daya tarik ratursan spesies kupu-kupu Sumatera, tiga diantara species tersebut di lindungi Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999


Saturday, August 14, 2010

Arengka Oase Pekanbaru

Arengka Oase merupakan sebuah kompleks kota moderen terpadu yang terdiri dari pusat perbelanjaan, bisnis ,hiburan dan apartemen yang direncanakan akan berdiri di Pekanbaru.

Arengak Oase di rencanakan akan berdiri megah di kawasan Soekarno Hatta (arengka) di tengah kota Pekanbaru, Riau.

Bila kompleks ini jadi, maka jadilah ia sebagai fasad wajah kota baru yang akan menghadirkan sebuah gaya hidup masyarakat metropolis yang modern di kota bertuah Pekanbaru, Riau

berikut desain daripada kompleks Arengka Oase

1. Mall





2. Komples Arengka Oase dari udara, terdiri dari mall, perkantoran, taman , dan apartemen


  
3.  mall




4.  


 


 5. Apartment









6.  








7.


Sunday, August 8, 2010

Kisah Lancang Kuning

Lancang Kuning Perlambang Riau Gemilang




Mukadimah

Daerah Riau (rumpun melayu Riau) memiliki ribuan pulau yang bertebaran dari lautan cina selatan sampai ke Selat Melaka. Alat perhubungan yang utama adalah perahu layar. Karenanya di daerah ini terdapat berpuluh macam jenis perahu, yang telah dikenal sejak berabad-abad yang silam.
Untuk pelayaran jauh dipergunakan perahu layar yang besar, sedangkan untuk pelayaran dekat dipakai perahu berukuran sedang dan kecil.
Perahu besar disebut : Kici, Pinisi, Tongkang, Kotak dan sebagainya.
Perahu berukuran sedang di sebut : Nadi, Kolek, Keteman, Jung dan sebagainya.
Perahu berukuran kecil dinamakan : Jalur, Sampan Kampar, Sampan Siak, Biduk, dan sebagainya.
Disamping itu ada pula perahu yang khusus dipergunakan untuk berperang. Yang paling terkenal adalah : Lancang dan Penjajab.
Lancang dipergunakan pula untuk kenaikan para Raja dan merupakan “Kapal Komando” dalam angkatan laut kerajaan. Lancang yang menjadi kenaikan raja dan menjadi “Kapal Komando” itu disebut “LANCANG KUNING”.
Lancang Kuning adalah sebagai lambang kebesaran, kejayaan, kekuasaan, dan kepahlawanan. Karenanya Lancang Kuning diabadikan dalam nyanyian rakyat, dijadikan salah satu unsur utama dalam upacara pengobatan tradisional (Belia dan Ancak), dan dituangkan dalam cerita-cerita rakyat serta dalam tarian rakyat.


Asal-Usul
 
 

Belum diketahui sejak kapan Lancang ini bermula dan dipergunakan di daerah Riau ini. Demikian pula penciptanya.

Namun demikian, Lancang umumnya dan Lancang Kuning khususnya sudah disebut dalam nyanyian rakyat (Lagu : Lancang Kuning), disebut dalam cerita rakyat ( Kisah : Lancang Kuning di Bukit Batu, si Lancang di Kampar Kiri, Batang Tuaka di Indragiri Hilir, Pulau Dedap di Kabupaten Bengkalis). Ditarikan dalam tarian rentak Zapin ( Tari Zapin : Lancang Kuning), dijadikan upacara pengobatan tradisional (upacara : Belian dan Ancak) dan sebagainya, maka kita cenderung berpendapat bahwa Lancang Kuning ini telah demikian berakarnya dalam kehidupan rakyat daerah ini sejak beratus-ratus tahun yang silam.
Dugaan ini dikuatkan lagi dengan disebut-sebutnya Lancang sebagai kendaraan penting dalam kisah-kisah kerajaan Riau Bintan, Kerajaan Pekantua, Kerajaan Siak Sri Indrapura, Kerajaan Rokan, Kerajaan Pelalawan, Kerajaan Keritang, Kerajaan Kandis, dan Kerajaan Indragiri, dan lainnya. Oleh sebab itu, negeri Riau disebut pula sebagai Bumi Melayu LancangKuning.
Bentuknya
Lancang umumnya berbentuk panjang, rendah dan ramping. Tiangnya dia buah yang disebut Tiang Agung dan Tiang Cantel. Pada bagian buritan terdapat rumah-rumahan yang disebut Magun.
Menurut cerita turun-temurun, nama Lancang itu berasal dari kata Kencang. Karena kendaraan ini memang sangat laju.
Bagian-bagian Lancang adalah :
Lunas : Kayu dasar pada Lancang, terletak dibagian bawah sekali. Kayu ini dipilih yang keras dan kuat. Pembuatannya tidak disambung-sambung.
Gading-gading : Kayu yang dipakukan kepada lunas menjadi kerangka Lancang. Pemasangannya melengkung seperti tulang dada manusia. Gading-gading ini pun tak boleh bersambung, dan disinilah papan dinding dilekatkan.
Sauk : Sauk adalah tempat pertemuan keduan ujung papan dinding bagian haluan dan buritan. Sauk bagian haluan lebih panjang dari sauk buritan. Bentuknya agak melengkung ke luar. Umumnya pada sauk inilah terletak perbedaan dari jenis-jenis perahu itu. (Ada sauk tegak, sauk yang menjorok ke depan agak rebah dan sebagainya).
Papan susun : Papan susun disebut juga papan tunggul. Papan ini adalah papan dinding Lancang.
Belungkang : Fungsinya sama dengan papan susun, tetapi ukurannya lebih besar dari papan susun. Letaknya paling aras. Untuk Lancang kecil, cukup dengan selembar benang saja.
Ketiap : Papan datar yang terletak di atas belungkang. Bentuknya lebar ditengah, dan lancip ujung pangkalnya.
Tajuk : Adalah kayu khusus berfungsi sebagai sambungan gading-gading, terutama kalau Lancang itu tinggi.
Sento : Kayu penghubung antara sesama gading-gading. Pemasangannya sejajar dengan papan susun, tetapi di bagian dalam.
Leper-leper : Papan yang dipasang menutupi kepala (bagian atas) tajuk.
Pisang-pisang : Balok besar yang dipasang pada bagian luar dinding Lancang, memangjang dari haluan ke buritan.
Julung-julung : Kayu yang menjorok jauh ke depan di atas sauk. Fungsinya untuk mengikat tali layar kecil (jib) dan untuk mengikatkan tali tiang layar.
Timba ruang : Ruangan khusus tempat menimba ait. Biasanya terletak dibagian tengah.
Tiang Agung : Tiang yang paling besar (tiang utama) yang terletak di bagian haluan.
Tiang Cantel : Lebih kecil dari tiang Agung. Letaknya di bagian buritan (dibelakang tiang agung).
Apilan : Sarang meriam yang terletak di haluan. Tetapi ada juga yang diletakkan pada kedua belah sisi Lancang.
Layar : Layar utama di tiang Agung. Layar Cantel di tiang Cantel. Layar Jib di haluan.
Magun : Adalah rumah-rumahan yang terletak di bagian buritan. Bentuk magun ini disesuaikan menurut yang memakainya. Kalau Raja, bentuknya seperti Balai. Bagi yang lain, bentuknya seperti rumah belah bubung. Magun diberi hiasan ukiran, umumnya magun dibuat sebuah. Tetapi adalakalanya lebih, tergantung pada besar kecilnya Lancang dan penggunaannya.
Dandan : Bangunan khusus tempat jurumudi. Bentuknya menyerupai magun, tetapi lebih kecil. Letaknya paling buritan.
Jari lipan : Dayung yang dipakai pada kedua belah sisi Lancang. Dayung ini dijulurkan keluar melalui lubang khusus.
Adang-adang : Kayu tempat mengikatkan layar.
Tali-temali : Tali daman untuk meregang layar.
Tali Bubu
Tali Andang-andang
Tali Temerang
Tali Anak
Tali Jangkar dan sebagainya
Kemudinya : Kemudi Lancang, terletak pada bagian belakang Lancang pada sauk kemudi.
Semua Lancang dilengkapi dengan perlengkapan perang. Bagi Lancang Kuning dihiasi dengan aneka macam ukiran yang ditempatkan pada beberapa tempat seperti pada Magun, pisang-pisang, sauk depan dan belakang, Dandan dan sebagainya.

UKIRAN PADA LANCANG




Pada setiap Lancang terdapat ukiran (ornamen). Pada Lancang Kuning ukiran itu lebih banyak lagi Ukiran itu dibuat dengan berbagai motif sesuai menurut penempatannya.
Ukiran-ukiran itu disebut :
- Itik Pulang petang
- Akar Pakis
- Segi Wajik
- Siku-siku
- Pucuk Rebung
- Bunga Kundur
- Bunga Manggis
- Bintang-bintang
- Awan-awan
- Sayap Layangan
- Kuntum tak jadi

Disamping ukiran diatas, dapat pula diberi variasi lain sesuai selera setempat. Terutama untuk hiasan haluan dan sauknya dibuat ornamen dalam bentuk tertentu, sesuai pula derajat pemakainya.

LANCANG KUNING DI DALAM NYANYIAN

Lagu Lancang Kuning amat dikenal di daerah ini. Siapa penciptanya tidaklah diketahui. Lagu ini diarransir oleh beberapa seniman musik dan telah berulangkali diperdengarkan baik lewat radio, televisi, maupun pertunjukkan lainnya.
Pantun aslinya terdiri dari satu bait. Sedangkan bait-bait lainnya dibuat menurut versi setempat. Pantun asli itu berbunyi :
Lancang Kuning berlayar malam
Haluan menuju ke lautan dalam
Kalau nakhoda kuranglah faham
Alamat kapal akan tenggelam

Pantun ini mengandung pengertian yang dalam. Di dalam pantun inilah sebenarnya terkandung hakekat dari Lancang Kuning itu.

Lancang Kuning sebagai lambang kejayaan, kekuasaan, kebesaran dan kepahlawanan itu kemudian oleh Sang Nakhoda, yakni Pemegang Kekuasaan. Lancang berlayar menuju ke lautan dalam, berlayar di malam hari. Ini melukiskan tujuan yang amat jauh, yang penuh tantangan dan bahaya. Bila Sang Nakhoda kurang paham, bila ia tidak dapat mengemudikan Lancang itu dengan baik, maka akan celakalah semuanya. Lancang itu akan tenggelam. Dan akan tenggelam pulalah seluruh isinya. Akan punahlah kebesaran, kejayaan, keperkasaan dan kepahlawanannya.
Mengapa tidak disebutkan Lancang Kuning berlayar siang atau berlayar soe? Atau berlayar pagi?
Penduduk daeah melayu ini dahulunya mempercayai bahwa malam adalah lambang kegelapan. Malam penuh ancaman, tantangan, mengandung aneka bahaya dan kejahatan. Sehingga bagi masyarakat melayu apabila waktu malam telah tiba, oleh keluarga wajib baginya dan anak cucu nya untuk kembali masuk ke dalam rumah atau pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib dan selepas itu kembali ke rumah masing-masing. Sampai saat ini tradisi wajib masuk rumah bila waktu petang telah tiba masih dilakukan oleh masyarakat melayu.

Dengan demikian dapatlah ditarik semacam penafsiran bahwa :
Lancang Kuning = Negara
Nahkoda = Penguasa
Malam = Ancaman bahaya
Lautan dalam = Tujuan yang jauh

Jadi jelaslah bahwa nyanyian ini adalah sebagai nasihat yang disampaikan oleh rakyat untuk pemegang kekuasaan. Dan ini akan berkaitan pula dengan peribahasa rakyat yang berbunyi :
Kalau pandai meniti buih
Selamat badan sampai di seberang

 

Lancang Kuning di Dalam Tarian


Salah satu tarian berentak Zapin yang amat dikenal di daerah ini adalah Zapin Lancang Kuning.
Tarian ini melukiskan perjuangan pelaut-pelaut Melayu dalam menantang badai dan ombak. Dengan mengangkat sembah kepada mereka yang dihormati, serta memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka berlayar mengarungi samudera. Bila angin buritan bertiup Lancang meluncur laju. Tetapi bila angin sakal berhembus mereka terpaksa menentangnya dengan pendayung atau galah. Dan bila turun angin topan. Mereka berjuang dengan sekuat tenaganya. Sampai kelak mereka akan kembali ke pantai dengan sejahtera.

Tarian ini juga mengandung makna yang dalam. Hanay dengan itikad baik dan dengan kerja keras pantang menyerah, cita-cita akan dapat dicapai. Hanya kekompakkan dan kerjasama yang baik Lancang dapat diselamatkan.
Disamping Zapin Lancang Kuning, banyak pula tarian rentak Zapin yang memakai iringan musik lagu Lancang Kuning. Kesemuanya mengandung makna yang sama.

 Lancang Kuning Di Dalam Pengobatan

 
Dalam upacara pengobatan tradisional di daerah ini, Lancang Kuning memegang peranan yang amat menentukan. Upacara itu disebut Belian dan Ancak. Lancang Kuning dibuat dari pelepah rumbia dalam ukuran mini.
Lancang Kuning itu setelah diisi dengan beberapa benda-benda lainnya (beras kunyit, nasi kunyit, bertih, ayam panggang) dan alat sesajian lainnya kemudian dihanyutkan ke sungai oleh Bomo yang disebut Kemantan.
Dalam upacara pengobatan itu, Lancang itu berfungsi sebagai kendaraan untuk Kemantan dalam perjalanan gaibnya untuk mencari ramuan obat, dan sebagai kendaraan bagi hantu setan, jin dan mambang untuk pergi meninggalkan kamoung di mana si rakit berada.
Biasanya dalam upacara itu Lancang Kuning dibuat beberapa buah, dan dilengkapi dengan perahu lainnya sebagai pengiringnya.
Bila Lancang Kuning tidak ada, maka upacara itu tidak dapat dilakukan. Sebab Kemantan dan para raja jin itu hanya mau berlayar dengan Lancang Kuning.
Lancang Kuning untuk kendaraan Kemantan setelah setelah upacara selesai disimpan, sedangkan untuk jin setan dihanyutkan ke laut atau ke sungai.
Upacara menghanyutkan Lancang Kuning itu disebut menghanyutkan Lancang atau membuang Ancak dan malam pelaksanaannya disebut Malam Berhantu.
Dengan demikian dapat pula ditafsirkan bahwa Lancang Kuning merupakan kendaraan yang memegang peranan penting, tidak saja bagi kehidupan nyat, tetapi juga untuk makhluk gaib. Dan ini tentu saja merupakan kepercayaan turun-temurun dari nenek moyang masa lampau.

Bersambung ke Kisah Lancang Kuning di Bukit Batu


Referensi : Tenas Effendy

Thursday, July 22, 2010

Menara Dang Merdu Bank Riau | Office | 83 m| 15 fl

Lokasi Menara Dang Merdu BANK RIAU di Pekanbaru


Untuk meningkatkan performa operasi, pelayanan, dan kinerja sebagai bank daerah terbesar di Indonesia diluar pulau Jawa, Bank Riau perlu untuk membangun sebuah kantor yang lebih terpadu mengingat kantor yang lama sudah tidak lagi representatif  untuk pelayanan yang cakupannya lebih luas.



Berada pada lokasi strategis di jantung daerah bisnis kota Pekanbaru (Pekanbaru Center). Lihat di Google Earth citra di bawah ini untuk memberikan Anda sekilas bagaimana lingkungan ini akan berubah setelah selesainya Menara Dang Merdu.

Beberapa ikon Bangunan dengan lebih dari 6 lantai sudah dibangun, direncanakan, dan bahkan dibangun.



YELLOW indicates the location of MENARA DANG MERDU BANK RIAU (15 fl), office space ... U/C
DARK BLUE indicates the location of MENARA LANCANG KUNING (9 fl), office space. FINISHED
MAGENTA indicates the location of SOEMAN HS Library (6 fl), public space ... FINISHED
RED indicates the location of HOTEL ARYADUTA (8 fl), Hotel ... FINISHED
CYAN indicates the location of PLAZA CITRA (7 fl), Commercial ... FINISHED
GRAY indicates the location of GEDUNG SURYA DUMAI (11 fl), office ... FINISHED
GREEN indicates the location of SUDIRMAN CITY CENTER (6 + 14 + 20 + 20 fl) ... SUPERBLOCK consists of Commercial/Office space, 5-star hotel, and twin tower apartments ... Some finished, Some U/C, Some Planned.

OFF THE MAP to the north is also THE PEAK HOTEL and APARTMENT (U/C) with 27 fl .


The Rendering



Alokasi anggaran: Rp 240 miliar
Total Area tanpa bangunan: 13,670.56 m²
Luas bangunan: 20.396 m²
Luas Pemandangan Total / Garden: 10,719.17 m²

Luas Dang Merdu bertujuan untuk Convention Center dan Bank Riau -cabang : 5.255 meter persegi
Basement Luas: 4.570 meter persegi
Semi-Basement Area: 703 sqm
Tinggi bangunan (tanpa atap itu): 74,94 m
Tinggi bangunan (dengan puncak tersebut): 83 m
Jumlah lantai: 15 dengan roof Garden

Fasilitas:
1. Banking Hall
2. Dang Merdu Convention Center
3. Drive-Thru ATM
4. Kantor Bank Riau Kantor Pusat
5. Swasta / Priority Banking Center
6. 1000 save deposits
7. Data Center
8. Cafe dan Restoran
9. Roof Garden

Konstruksi Jangka waktu:
18 bulan (dimulai pada Senin, 19 Juli 2010)



Konsep Desain Menara Dang Merdu Bank Riau


Nama
Diilhami dari nama tokoh DANG MERDU, Ibunda Hang Tuah, Hang Tuah merupakan tokoh pahlawan ksatria rakyat melayu, kisah Hang Tuah yang fenomenal dan melegenda bagi masyarakat melayu di Nusantara khususnya di wilayah Riau Raya dan Semenanjung Malaysia.

The faรงade letaknya
Dicita-citakan oleh arsitektur modern abad ke-21, The faรงade Menara ank Riau dirancang untuk memenuhi konsep modern yang dinamis, diadopsi dari bentuk atap tradisional Riau, atap Kajang, dan dihiasi dengan selembayung sehingga bentuk bangunan tetap mencerminkan simbol adat dan budaya melayu

Bentuk
Terinspirasi oleh bentuk keris sebagai simbol KEUTUHAN, KEBENARAN, dan KEAGUNGAN bagi masyarakat Riau. Menara Dang Merdu didesain untuk menjadi satu kesatuan Landmark Kota Pekanbaru dan menjadi ikon kota yang baru.

Tiga set berlayar
 Diilhami dari latar belakang alam dan masyarakat Riau yang sangat dekat dengan kehidupan air, gabungan tiga massal bangunan dirancang sebagai wujud representasi dari ide dasar cooperate identity (logo Bank Riau) adalah tiga layar terkembang yang merupakan interpretasi dari simbol semangat Riau Raya yang luas.

GROUND BREAKING CEREMONY
Monday, 19 July 2010














Rusli Zainal (Riau Governoor), Erzon, and HM Sani (Riau Islands) pressed the button initiating the ground breaking ceremony



























Rancangan Menara Dang Merdu pada Pekanbaru Center






 



HALL DANG MERDU yang baru



RUANG RAPAT DIREKTUR UTAMA





RUANG RAPAT

Temu Zapin Indonesia 2010

Temu Zapin Indonesia 2010
Melayu Menerima Tari Zapin dengan Cerdas



TEMU ZAPIN: Penampilan OK Nizami Jamil dan Yoserizal mengawali pembukaan helat Temu Zapin Indonesia 2010, Senin (19/7/2010).(DCF/SAID MUFTI)

PEKANBARU (RP) - Pada mulanya, Tari Zapin datang dari kawasan jazirah Arab dan singgah ke kawasan-kawasan pesisir, termasuk Indonesia, terutama kawasan Melayu.

Uniknya, orang-orang Melayu menerima zapin tidak asal terima, melainkan menerimanya dengan cerdas yakni memasukkan unsur-unsur lokal, sesuai dengan kondisi kedaerahannya. Pada perkembangannya menjadilah zapin Arab dan zapin Melayu.

Paling tidak, itulah pernyataan molek dari seorang Tom Ibnur, salah seorang tokoh Zapin Indonesia yang bertindak sebagai kurator pada Temu Zapin Indonesia 2010 di Hotel Ratu Mayang Garden, 19-20 Juli. Bersama Ben M Pasaribu, Tom mengupas tari Zapin yang cukup mengesankan dan bermuatan petuah-petuah. Tidak hanya gerak yang beragam, bahkan penyebutan zapin di setiap daerah juga bermacam-macam seperti Gana, Jipen, Begana dan lainnya.

“Melayu menerima Zapin dengan cerdas sehingga Zapin Melayu menjadi beragam karena setiap daerah, terutama kawasan pesisir memasukkan unsur-unsur lokal, sesuai dengan kondisi alamnya,” ulas Tom, Senin (19/7) malam, di sela-sela penampilan grup-grup Zapin.

Paling tidak, terhitung sebanyak 13 grup Zapin yang tampil, baik menampilkan zapin tradisi, kreasi maupun inovatif. Pembukaan helat zapin tersebut diawali dengan penampilan dua orang budayawan yakni OK Nizami Jamil (Riau) dan Yoserizal (Medan) dengan iringan gambus Amad, si pemetik gambus cilik asal Negeri Terubuk Bengkalis. Usai pembukaan, oleh Kadis Budpar Riau Drs HR M Yamin mewakili Gubri yang berhalangan, penampilan-penampilan pun digelar.(fed)



Bengkalis didaulat menampilkan Zapin tradisinya dan dilanjutkan dengan penampilan Medan, Pelalawan, Siak, Jambi, Penyengat, Tembilahan, Pekanbaru. Khusus mahasiswa IKJ menampilkan zapin inovatif yang mengkolaborasikan Zapin dengan hip-hop yang tentunya, tari tersebut menjadi berbeda dan berwarna. Namun begitulah tradisi, senantiasa mengalami perubahan mengikuti zamannya.

‘’Helat ini diharapkan menjadi kebanggaan serta tantangan untuk melestarikan, mempertahankan dan mengembangkan tradisi agar tidak aus ditutupi pengaruh luar,’’ ungkap RM Yamin.

Sementara itu, SPN Iwan Irawan Permadi yang bertindak sebagai Art Direktor mengemukakan, Riau ditunjuk menjadi Zapin Center di Asia dan dimulai tahun depan. Helat ini menjadi ajang silaturahmi dan pendataan komunitas serta ragam zapin yang berkembang di Indonesia sejak dulu hingga hari ini.

‘’Saat ini kita sedang melakukan pendataan ragam zapin yang ada di Indonesia dan tahun depan diharapkan Zapin Center sudah berjalan,’’ kata Iwan Irawan mengakhiri.





sumber : RIAU POS

Tuesday, July 20, 2010

Menara Dang Merdu Bank Riau


Keinginan Bank Riau untuk memiliki gedung yang representatif akhir ya menemui titik terang. Pembangunan gedung yang rencananya terdiri dari 15 lantai ini diresmikan langusng oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal, Senin (19/7/2010) di Pekanbaru.

Dalam sambutannnya, Rusli Zainal mengungkapkan, pembangunan Menara Dang Merdu Bank Riau yang lebih representative sudah direncanakan telah lama. “Bahkan sebelum kantor gubernur Riau 9 lantai dan pustaka wilayah dibangun kita sudah merencanakan untuk membangun gedung Bank Riau yang baru yang lebih representatif,” katanya.

Maklum, lanjut Gubri, gedung Bank Riau yang lama sudah tidak ideal lagi untuk memenuhi segala akitvitas Bank Riau. Kondisi tersebut dipandang tidak mendukung semangat untuk memenuhi standar pelayanan yang meuaskan nasabah. “Jadi kalau sudah dibangun lagi, Bank Riau tidak akan disalahkan lagi karena kemacetetan di (jalan, red) Sudirman,” selorohnya.

Gubri menambahkan dengan gedung barunya ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect kepada perekonomian lokal. “Kalau ada lantai yang tidak terpakai oleh Bank Riau, kita ajak dunia usaha di Riau untuk memanfaatkannya. Ini juga kan membantu dunia usaha,” lanjut Gubri.

Gubri juga berharap agar PT Waskita Karya selaku main contractor dapat merealiasikan pembangunan gedung tepat waktu. Sehingga saat PON 2012 mendatang di Riau, pembangunannya sudah selesai. “Kita harapkan sudah selesai sebelum PON 2012 dimulai. Dengan begitu bisa dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan PON.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Riau, Erzon, mengatakan pembangunan Menara Dang Merdu Bank Riau menelan dana total hingga Rp 240 miliar. Dana tersebut, diambil dari sebagian pendapatan Bank Riau selama 3 tahun, mulai dari tahun ini hingga 2012.

“Anggarannya disesuaikan dengan termin pembangunan selama 3 tahun. Semuanya diambil dari dana Bank Riau yang disisihkan dari pendapatan selama 3 tahun dari 2010-2012. Dan ini sudah sesuai dengan kesepakatan para pemegang saham. Tahun ini kita alokasikan 30 persen dari total anggaran,” jelasnya.

Menara Bank Riau juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas perbankan. Mulai dari ATM drive trough hingga sistem jaringan interkoneksi yang lengkap serta lapangan parkir yang luas. “Dengan gedung baru yang komplit fasilitasnya. Kita harapkan dapat menunjang segala aktivitas perbankan di Riau, meningkatkan kinerja Bank Riau dan menjadi daya tarik bagi dunia usaha untuk berkantor disini.

Desain Menara Dang Merdu sendiri mengambil tema bentuk keris melayu , dan apabila telah selesai, menara rangkai Pekanbaru Center, mulai dari Perpustakaan Soeman Hs, Menara Lancang Kuning, dan Menara Dang Merdu akan terlihat seolah seperti refleksi dari rangkaian Lancang Kuning

sumber : Riau Bisnis

Monday, June 21, 2010

Asal Mula Nama Pekanbaru



Kota Pekanbaru, siapa yang tak kenal dengan Pekanbaru saat ini? Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau yang oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan hasil buminya yang melimpah dan daerah yang kental akan tradisi nilai-nilai kemelayuannya. Keberadaan Kota Pekanbaru yang ramai dan maju inipun menyimpan sejarah dan cerita tersendiri bagi masyarakat Riau.



Konon pada zaman raja Nan Panjang memerintahkan di Kerajaan Gasib, pinggir hulu Sungai Siak, terdapatlah dusun kecil bernama Payung Sekaki. Di situlah tinggal suku senapelan. Suatu seketika, dusun itu terbakar habis. Atas usaha jimbam, orang kuat kepercayaan Raja Nan Panjang, dibangun kembali sebuah dusun baru bernama Bunga Setangkai. Dusun itu terbakar habis. Atas usaha jimbam, orang kuat kepercayaan Raja Nan panjang, di bangun kembali sebuah dusun baru bernama Bunga Setangkai. Dusun terletak di pinggir sungai yang terkenal tenang arusnya. Kemudian, dusun itu berkembang menjadi pangkalan dagang persinggahan orang ramai. Ada yg singgah ketika mudik ke hulu Sungai Tapung, sementara ada pula yang menghilir Sungai Siak dalam kehidupan rakyat sehari-hari. Kala itulah dating seorang saudagar keturunan arab meminta bantuan jimbam untuk membuka sawah padi (sahil). Lingkungan itu kemudian menjadi Kecamatan Sail sampai sekarang.Menurut ucapan lidah melayu, sahil menjadi sail.



Karena pertumbuhan dusun Bunga Setangkai semakin pesat,tempat tinggal suku Senapelan itu menjadi Bandar persinggahan Senapelan, dan sebutan Bunga Setangakai pun sudah jarang terdengar sebagai kepala suku yang berkuasa di situ, Raja Nan Panjang menyerahkan kepada seorang kepercayaanya dengan gelar Batin Senapelan. Bentuk pemerintahannya yang sangat sederhana disebut kebatinan, terletak di Kelurahan Pesisir dan Kampung Dalam sekitar pelabuhan pada saat ini.


Penduduk senapelan kala itu berpikir jauh untuk perbaikan masa depannya dengan memanfaatkan sungai dan sawah lingkungan ini menjadi Bandar perdagangan.Perkembangan zaman pun memberi kemungkinan baik untuk itu. Bandar senapelan menjadi lebih mansyhur pada masa terjadinya “perang rebut” regalia (alat-alat yang hanya dimainkan pada waktu upacara penobatan raja) antara Raja kecik dari Buantan dan Kelana Jaya Putra dari Ulu Bintan.

Perang tanpa pertumpahan darah dengan sumpah “haram bersiram darah di bumi Senapelan”, yang pernah di ucapkan Batin Senapelan ketika itu,seperti dua regu sedang bermain galah panjang saja,”cak buuur”,Peperangan itu dimenangkan pihak Kelana Jaya Putra yang membawa regalia ke Bintan. Perangkat penobatan itu diserahklan kembali ketangan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang berkuasa di Riau-Lingga, johor, dan Pahang.

Sejak peristiwa perang rebut itu, termasyurlah sebutan negeri Senapelan, Bandar yang ramai di singgahi orang.Tempat orang berniaga dikepalai seorang batin bijaksana yang mengharamkan negeri bersiram darah. Kata sahibulhikayat, hingga sekarang buaya pun tidak pernah menyerang penduduk dipinggir sungai siak. Pada kenyataannya memang benar, sepanjang pesisir Senapelan dari Gasib atau Buatan sekarang hingga ke batas Sungai Tapung belum pernah terdengar buaya Sungai Siak menyambar orang. Hal ini telah berlaku berabad-abad lamanya, sejak sumpah Batin Senapelan di zaman permulaan Kerajaan Siak Sri Indrapura, sesudah Gasib dikalahkan Aceh pada abad ke-18 hingga sekarang.




Budaya dan Bahasa Asli Pekanbaru
 

Senapelan ketika itu hanya sebuah dusun kecil yang letaknya di kuala Sungai Pelan, hanya dihuni oleh dua atau tiga buah rumah saja (sekarang tepatnya di bawah Jembatan Siak I). Pada saat itu di sepanjang Sungai Siak, mulai dari Kuala Tapung sampai ke Kuala Sungai Siak (Sungai Apit) sudah ada kehidupan, hanya pada saat itu rumah-rumah penduduk jaraknya sangat berjauhan dari satu rumah ke rumah lainnya. Ketika itu belum ada tradisi dan kebudayaan, yang ada hanya bahasa, sebagai alat komunikasi bagi orang-orang yang tinggal di pinggir Sungai Siak.

Bahasa sehari-hari yang mereka pakai adalah bahasa Siak, bahasa Gasib, bahasa Perawang dan bahasa Tapung, karena orang-orang inilah yang lalu-lalang melintasi Sungai Siak. Pada saat itu pengaruh bahasa Minang, bahasa Pangkalan Kota Baru dan bahasa Kampar belum masuk ke dalam bahasa orang-orang yang hidup di sepanjang Sungai Siak. Saat itu beberapa perkampungan yang terkenal Tanjung Rhu, Sago, Sumahilang, Nelayan, Senapelan, Lima Puluh dan Rintis.
 
Kisah Puteri Kaca Mayang

Menurut tutur empunya cerita, Kerajaan Gasib dikalahkan Aceh dalam perang merebut Putri Kaca Mayang. Putri Raja Nan Panjang yang cantik jelita ini akhirnya mati terjepit tangan kuat jimbam yang merampasnya kembali.Sejak itulah perdagangan dari Limo Koto dan Minangkabau ke Malaka tidak melalui Gasib, tetapi beralih mengikuti alur teratak buluh ke senapelan. Raja Muda Siak ketika itu pun melepaskan kedaulatan johor. Setiap Bandar tidak di pegang lagi oleh seorang batin (kepala daerah), melainkan dipegang oleh seorang sebandar, seperti sebandar bengkalis,sebandar rokan,sebandar sabak aur,dan sabandar senapelan.
Bandar senapelan semakin berkembang bersamaan dengan bangkitnya kerajaan siak sri indra pura pada zaman pemerintahan sultan siak IV RAJA ALAM gelar Sultan Abdul Jalil Alauddinsyah (1746). Baginda membuat gagasan untuk mendirikan sebuah pecan atau pasar. Gagasan untuk memotong jalur perniagaan komponi belanda di malaka dengan petapahan. Dengan demikian baginda pun bernegeri di senapelan. Sebuah Bandar niaga sekaligus pusat pemerintahannya. Untuk sementara waktu mempura atau SIAK SRI INDRAPURA sekarang. Pusat kerajaan yang dibangun oleh raja kecil ayahandanya sekitar tahun 1727 itu dikosongkan. Sementara kedudukan adiknya SULTAN MUHAMMAD ABDUL JALIL MAZAFARSYAH, diteruskan putra makhota SULTAN ISMAIL JALALUDDINSYAH di pelalawan, menyingkir kelangkat kemudian kebatu bara, Sumatra utara.

Pekan perdagangan yang dibangun di senapelan sesuai dengan tata cara ciptaan raja alam bergelar SULTAN ABDUL JALIL ALAUDINSYAH melakukan kegiatan pasarnya tidak setiap hari. Pasar ramai senapelan dibuka pada hari-hari tertentu, sepekan sekali sehari pasar, pasar rabu, pasar sabtu, pasar senin misalnya masih berlaku di sebagian besar Riau daratan sampai sekarang.


Pekan senapelan semakin termasyur pada zaman pemerintahan SULTAN MUHAMMAD ALI, PUTRA RAJA ALAM mempura yang ditinggalkan pada zaman ayahandanya, diduduki kembali oleh SULTAN ISMAIL yang dahulu menyingkir ke batu bara. Ia pun berkuasa di SIAK SRI INDRAPURA bersiaap-siap hendak menyeberang senapelan, pasar perdagangan ramai, akan tetapi SULTAN MUHAMMAD ALI senapelan sesuai dengan sumpah “HARAM BERSIRAM DARAH DI BUMI SENAPELAN” mengajak damai. Baginda pun menjadi raja muda mendampingi SULTAN ISMAIL saudara sepupunya itu dan tetap membenahi pasar yang disebut PEKAN dalam pertumbuhan ekonomi BARU.


Negara pecan yang baru tumbuh menguasai ekonomi rakyat yang gaya baru dilanjutkan oleh kuasa perwakilan sultan kepada empat datuk. Hal ini tercipta setelah SULTAN ISMAIL JALALUDDINSYAH mangkat tahun 1781 dan pemerintahan diteruskan putra baginda dengan gelar SULTAN YAHYA ABDUL JALIL MAZAFARSYAH, datuk empat suku itu adalah datuk tanah datar asal Minang Kabau LUHAK (Daerah Tanah Datar), datuk lima puluh asal minang kabau luhak limapuluh, Datuk pesisir asal minang kabau luhak agam pesisir, dan datuk kampar asal negeri kampar limo koto serta kota baru. Kerabat empat suku yang dahulu rakyat sri indra pura itu hidup rukun damai bersama suku senapelan dan orang melayu dengan sumpah setia mereka. Meraka inilah yang menghidupkan pasar senapelan menjadi Bandar pekan semakin masyur, dengan sebutan PEKANBAHARU tempat lalu lalang dan singgahan orang ramai. Dalam bahasa sehari-hari sesuai dengan dialog melayu setempat diucapkan PEKANBARU hingga dewasa ini.


Pekanbaru adalah suatu bentuk pasar berkala yang ramai ciptaan Raja Alam gelar SULTAN ABDUL JALIL ALAUDDINSYAH tahun 1746. Pasar ini dikembangkan oleh putra makhota baginda SULTAN MUHAMMAD ALI ABDUL JALIL MUAZAMSYAH tahun 1766. Dibawah kuasaan SULTAN SIAK SRI INDRAPURA, YAHYA ABDUL JALIL MAZAFARSYAH, hingga tahun 1784.


Perkembangan selanjutnya tentang pemerintahan di Kota Pekanbaru selalu mengalami perubahan, antara lain sebagai berikut :

SK Kerajaan Besluit van Her Inlanche Zelf Bestuur van Siak No.1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru bagian dari Kerajaan Siak yang disebut District.

Tahun 1931 Pekanbaru masuk wilayah Kampar Kiri dikepalai oleh seorang Controleur berkedudukan di Pekanbaru.

Tanggal 8 Maret 1942 Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer disebut Gokung, Distrik menjadi Gun dikepalai oleh Gunco.

Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No.103 Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kota b.



UU No.22 tahun 1948 Kabupaten Pekanbaru diganti dengan Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru diberi status Kota Kecil.

UU No.8 tahun 1956 menyempurnakan status Kota Pekanbaru sebagai kota kecil.
UU No.1 tahun 1957 status Pekanbaru menjadi Kota Praja.


Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959 Pekanbaru menjadi ibukota Propinsi Riau.

UU No.18 tahun 1965 resmi pemakaian sebutan Kotamadya.
UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebutan Kotamadya berubah menjadi Kota.

Dan kini Kota dengan tujuan investasi utama di Indonesia ini sudah menyandang status sebagai Kota Besar



__________________
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kris Hadiawan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger